Langsung ke konten utama

Belajar...

Belajar tidak harus dari manusia,  dari binatang pun kau bisa belajar.
Lihatlah kupu kupu kawan!
Siapa dia sebelumnya?
Hanya ulat yang disia-siakan.
Tapi, dia bermetamorfosa. Menjadi sesuatu yang baru,
Indah, dan banyak dicari orang, tak seperti sebelumnya.

Tengoklah lebah!
Dia tampak garang tapi penuh dengan keistimewaan.
Selain madu pun sengatnya berguna untuk kesehatan.

Sekarang belajarlah dari semut.
Kenapa harus semut? Apa istimewanya?
Perhatikan dia. Apa yang semut lakukan ketika bertemu dengan semut lain.
Kau masih bingung? Belajarlah dari dia semut.

Selain mereka kau bisa belajar dari flora yang diciptakan Tuhanmu.

Mawar...
Dia banyak dicari orang. Simbol cinta katanya.
Tapi, hati-hati dia punya duri. Kau tahu apa alasannya?
Belajarlah dari dia mawar!

Dan padi.
Makin berisi dia akan merunduk.
Merunduk karena jika berdiri dia tak berisi. 

Secara tidak langsung mereka mengajarimu tentang bagaimana harus menjalani hidup ini. bagaimana mampu menempatkan semuanya tampak serasi dan saling beriringan. Kenapa? Kau malu? Jangan pernah! Karena belajar tak pernah mengenal kata malu selama itu untuk kebaikanmu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Paradigma Integrasi dan Interkoneksi Dalam Perspektif Filsafat Islam

Ketika penulis mendapatkan tugas sebagai Direktur Pasca Sarjana IAIN Sunan Kalijaga pada tahun 2002, konsep integrasi dan interkoneksi menjadi wacana yang aktual bagi kalangan akademisi di IAIN Sunan Kalijaga. Sebagai direktur ketika itu, maka penulis meresponnya dengan mengubah/menambah kurikulum yang ada, dengan menambah tiga mata kuliah yang dipandang sangat penting waktu itu, yaitu 1) metodologi penelitian filsafat, agama dan sosial, 2) agama, filsafat dan sains, dan 3) isu-isu global. Mata kuliah tersebut diajarkan dengan pendekatan intregratif dan interkonektif. Ketiga mata kuliah ini menjadi bagian utama untuk melakukan integrasi dan interkoneksi yang dimulai dengan menata metodologinya terlebih dahulu, dengan menyatukan mata kuliah metodologi penelitian filsafat, agama dan sosial, yang diajarkan oleh masing-masing ahli di bidangnya, dengan harapan integrasi dan interkoneksi itu bisa dikembangkan dengan landasan metodologi yang mantap. Pada hakikatnya konsep integrasi dan int...