Langsung ke konten utama

Guru Inspiratif

           Sore ini sudah cukup nongkrong di perpustakaan. Mau lanjut untuk observasi ke TPA PAMA di Papringan yang nantinya akan saya posting hasil observasinya untuk temen-temen tentang salah satu pelaksana pendidikan Islam ini. Hampir saja kelupaan ada tugas untuk mencari artikel tentang Sumber Daya Manusia Pendidikan sebagai tugas Pengantar Ilmu Manajemen untuk mengganti pertemuan hari Kamis yang libur kemarin. Akhirnya pilihan artikel jatuh pada tulisan ibu Saprilina Ginting, S.Pd yang mengangkat tema guru inspiratif. Hmmm.. menarik bukan? Nah di tugas pak Misbah kali ini kita diminta untuk membuat pointers dengan ketentuan minimal 15 baris. Next time juga akan aku posting bagaimana pointers dan kesimpulan yang bisa aku ambil dari artikel ini. see you next time :)


Menjadi Guru Inspiratif, Modal Berharga Bagi Masa Depan Siswa

            Senin, 5 Mei 2015





Bagi sebahagian orang, menjadi seorang guru bukanlah perkara sulit, walaupun bukan dari latar belakang pendidikan, mereka tetap bisa mengajar, mengoreksi soal, membuat soal, bahkan cara mengajar mereka lebih baik dari guru yang memiliki latar belakang pendidikan, apakah dengan demkikian dianggap tugas sebagai seorang guru selesai? rasanya belum.
Namun hal ini serasa bertentangan dengan yang seharusnya yang dilakukan seorang guru, dimana seorang guru tidak hanya harus bisa mengajar, namun juga seorang guru harus bisa menjadi sumber inspirasi buat siswanya, dan ini bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, namun bukan tidak mungkin untuk dilaksanakan.
Kapan seorang guru dikatakan guru yang inspiratif? Menurut buku Aplikasi Ilmu Psikologi Positif: Guru inspiratif adalah guru yang memberikan stimulasi mental kepada murid - muridnya Dimana diharapkan dari stimulasi mental yang diberikan kepada siswa akan memberikan dampak yang lebih kuat terhadap pemahaman murid/siswa, karena semakin banyaknya emosi positif yang dirasakan oleh siswa pada saat belajar maka penguasaan materi pembelajaran akan semaikin baik.
Bagaimana Caranya Menjadi Guru yang Inspiratif? Berdasarkan sumber buku yang saya baca untuk menjadi guru yang inspiratif salah satunya adalah dengan mengajar menggunakan PAIKEM (Pembelajaran yang Aktif, Inovatif, Kreatif dan Menyenangkan), Karena dengan mengajar menggunakan PAIKEM dapat menginspirasi murid untuk berpikir, sehingga rasa ingin tahu siswa berkembang, dan perubahan yang terjadi pada diri anak ke arah yang lebih baik akan lebih mudah terjadi.
Menurut National Board For Proffesional Teaching Standar, dalam bonds. Ada 13 Kriteria Standar Guru Inspiratif dan Professional:
  1. Menguasai materi pelajaran dengan baik
  2. Mampu menggunakan dengan tepat kemampuan, dalam mengajar dan belajar
  3. Mampu memecahkan masalah yang berkaitan dengan instruksional pembelajaran
  4. Mampu melakukan improvisasi dalam mengajar
  5. Mampu melakukan manajemen kelas dengan baik
  6. Memiliki kepekaan dalam menanggapi situasi selama pembelajaran berlangsung
  7. Memiliki sensitivitas terhadap konteks
  8. Mampu memonitor pembelajaran
  9. Selalu bertindak berdasarkan data
  10. Respek terhadap orang lain
  11. Mempunyai jiwa yang mendidik
  12. Mampu memfasilitasi murid agar mencapai prestasi tertinggi
  13. Mampu memfasilitasi murid agar lebih memahami kompleksitas
Dari uraian diatas, dapat terlihat menjadi guru yang inspiratif bukanlah hal yang mudah, namun harus tetap berusaha! dan harus yakin pasti bisa!. Dengan menjadi guru inspiratif diharapkan ada sosok yang mampu memotivasi dan menginspirasi siswa, agar siswa mampu mengoptimalkan setiap potensi yang mereka miliki sehingga berguna bagi masa depan mereka nanti.
Yuk belajar jadi guru insipiratif !!
Oleh: Saprilina Ginting, S.Pd*
Penulis adalah guru matematika SMA Unggulan CT Foundation
Diakses pada hari Jum’at 15 Mei 2015 pukul 16.40



Komentar

Postingan populer dari blog ini

JOGJAKARTA, 23 JUNI 2014 Hari itu adalah hari dimana aku banyak belajar tentang hidup ini, dan Jogja menjadi guruku. Selamat siang Jogja,,,, Tepat pukul 14.00 WIB samapi di terminal Jombor dan menikmati perjalanan dengan trans Jogja, sedikit cekcok dengan bapak, dan hampir saja salah alamat. Akhirnya,,,,,, WELCOME TO UIN SUNAN KALIJAGA... Masjid UIN menjadi tempat yang kami singgahi pertama kali bertemu dengan mbak Eni dan disini, aku mengerti tentang sebuah arti kemandirian  Arti mandiri yang selama ini aku bayangkan ternyata berbeda jauh. Di rumah, apa yang aku inginkan sudah tersedia, disini kelak jika aku Insya Allah jadi mahasiswi, aku harus mampu mandiri, baik dalam waktu, mengurus diri, dan mandiri dalam hal apapun. Kau tahu, kau akan merasakan kerinduan yan teramat dalam kepada mereka yang kau bilang benci bertemu tiap hari. Kau pasti kan merindukan mereka dengan segala hal yang membuatmu jenuh :D. JOGJA kala malam.... Aku menghabiskan banyak waktu den...

Pojok Afkaaruna

THINKING CHAIR “MELATIH ANAK BERFIKIR DEWASA”                         Dewasa secara fisik akan mutlak dialami oleh setiap orang. Namun, dewasa secara fikiran akan menjadi pilihan bagi mereka. Dewasa secara fikiran artinya, seseorang telah mampu memahami lingkungan sekitarnya, mensyukuri apa yang ada dalam dirinya, dan mencoba melakukan hal positif sejauh apa yang dia bisa. Pendidikan merupakan salah satu sarana dimana berfikir dewasa akan dilatih sedini mungkin. Dengan adanya lembaga sekolah baik itu formal maupun non formal akan melatih sesorang untuk berfikir secara dewasa, tanpa terkecuali untuk anak-anak. Usia anak-anak bukan berarti mereka juga befikir kanak-kanak, akan tetapi dengan budaya yang diterapkan tidak menutup kemungkinan akan adanya perbedaan pola fikir dari kanak-kanak menjadi dewasa.           ...