Langsung ke konten utama

INTRO ~PILIHAN~


Hidup adalah Pilihan. Memilih dan dipilih. Roda kehidupan akan begitu jalannya. Kau mau memilih atau dipilih. Yang ada diantara keduanya adalah resiko. Mau tak mau memang harus dijalani, karena kita sudah memilih atau dipilih.

Perkara memilih dan dipilih juga tidak luput dengan faktor-faktor lain. Intern dan ekstern. Belum lagi, apa yang kita pilih kadang belum tentu baik untuk kita. Tapi sudah pastilah yang dipilihkan Sang Pencipta itu terbaik bagi kita. Karena-Nyalah Dzat yang Maha Mengerti apa yang kita butuhkan.

Jika hidup adalah tentang pilihan, maka benar jika manusia ini ada di dunia layaknya sang musafir yang dipersimpangan jalan. Kau mau pilih kekanan atau ke kiri. Karena sama sajalah untuk satu tujuan. Setiap jalan itu banyak rintangan yang kita lewati. Pasti. Bukan berarti ketika kau memilih A, pilihan yang B salah. Pilihan B hanyalah jalan lain yang tidak kita pilih yang sebenarnya untuk tujuan yang sama.

Bukankah hidup kita tinggal mengikuti skenario Pencipta?
Memang. Tapi apakah kau hanya ingin menjadi pemain di skenario itu? Kenapa tidak kau ingin menjadi tata letak, produser? Bukankah Pencipta kita juga mengatakan tidak akan merubah skenario kita kalau kita tidak berusaha merubahnya sendiri?

Sejak kecil kita diajari untuk memilih. Sebut saja cita-cita. Kita diminta menjadi sesuatu yang kita inginkan. Belum soal pendidikan, kita dihadapkan dengan memilih di sekolah negeri atau swasta, jurusan apa yang kita dalami, mau ikut organisasi atau tidak, ya semuanya soal memilih. Kadang penyesalan datang ketika apa yang kita pilih nyatanya tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Tapi, setelah menyesal apakah akan merubah semuanya? TIDAK. Karena apapun yang kita pilih adalah jalan yang harus kita lewati. Penyesalan memang wajar adanya, akan tetapi jangan terlalu berlarut, karena hanya akan menenggelamkan kita pada sebuah ketidak pastian.


Dariku yang sudah memilih dan dipilih., 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JOGJAKARTA, 23 JUNI 2014 Hari itu adalah hari dimana aku banyak belajar tentang hidup ini, dan Jogja menjadi guruku. Selamat siang Jogja,,,, Tepat pukul 14.00 WIB samapi di terminal Jombor dan menikmati perjalanan dengan trans Jogja, sedikit cekcok dengan bapak, dan hampir saja salah alamat. Akhirnya,,,,,, WELCOME TO UIN SUNAN KALIJAGA... Masjid UIN menjadi tempat yang kami singgahi pertama kali bertemu dengan mbak Eni dan disini, aku mengerti tentang sebuah arti kemandirian  Arti mandiri yang selama ini aku bayangkan ternyata berbeda jauh. Di rumah, apa yang aku inginkan sudah tersedia, disini kelak jika aku Insya Allah jadi mahasiswi, aku harus mampu mandiri, baik dalam waktu, mengurus diri, dan mandiri dalam hal apapun. Kau tahu, kau akan merasakan kerinduan yan teramat dalam kepada mereka yang kau bilang benci bertemu tiap hari. Kau pasti kan merindukan mereka dengan segala hal yang membuatmu jenuh :D. JOGJA kala malam.... Aku menghabiskan banyak waktu den...

Pojok Afkaaruna

THINKING CHAIR “MELATIH ANAK BERFIKIR DEWASA”                         Dewasa secara fisik akan mutlak dialami oleh setiap orang. Namun, dewasa secara fikiran akan menjadi pilihan bagi mereka. Dewasa secara fikiran artinya, seseorang telah mampu memahami lingkungan sekitarnya, mensyukuri apa yang ada dalam dirinya, dan mencoba melakukan hal positif sejauh apa yang dia bisa. Pendidikan merupakan salah satu sarana dimana berfikir dewasa akan dilatih sedini mungkin. Dengan adanya lembaga sekolah baik itu formal maupun non formal akan melatih sesorang untuk berfikir secara dewasa, tanpa terkecuali untuk anak-anak. Usia anak-anak bukan berarti mereka juga befikir kanak-kanak, akan tetapi dengan budaya yang diterapkan tidak menutup kemungkinan akan adanya perbedaan pola fikir dari kanak-kanak menjadi dewasa.           ...