Langsung ke konten utama

Postingan

SEPENGGAL CERITA BERSAMA MPI

Sejak pertama kali memilih MPI atau Manajemen Pendidikan Islam saya yakin bahwa apapun yang saya pilih dan nanti harus saya jalani dan semua itu tidak lepas dari campur tangan Allah SWT. Seperti sebelumnya ketika menjadikan Pendidikan Matematika menjadi prodi yang sangat saya impikan. Tapi mungkin inilah rencana Allah untuk saya, akhirnya saya diterima di MPI daripada Pend. MTK. Saat dinyatakan bahwa saya lolos SPAN-PTAIN di UIN Sunan Kalijaga dengan jurusan MPI ucap syukur tak hentinya saya ucapkan kepada Allah SWT. Dan inilah fakta yang terjadi ketika saya masuk UIN, jurusan yang saya pilih asing ditelinga kebanyakan orang. Bahkan mahasiswa UIN sendiripun masih asing dengan nama jurusan yang saya pilih ini. Sungguh tak pernah saya bayangkan sebelumnya ternyata nama jurusan dan MPI amat pelik ceritanya. Mulai dari MPI yang dulu bernama KI atau Kependidikan Islam sampai berubah ke MPI sekarang ini. Bahkan kedua orang tuapun sempat meragukan bagaimana masa depan saya kedepann...

ME AND MY FAMILY

Aku bersyukur selama 18 tahun sudah aku hidup di dunia ini, aku punya keluarga yang sangat mencintai aku. Ibu, Bapak, dan Kakak. Walaupun kami keluarga kecil dan hanya berempat tapi kami bahagia hidup bersama. Seperti keluarga lain, kami juga sering bertengkar, apalagi aku dan kakak, anggaplah itu sebagai bumbu dalam kehidupan. Sering cekcok, masalah, bukan membuat kami semakin jauh, tapi kami sadar dibalik masalah yang kami hadapi dalam keluarga ini disitu juga terdapat hikmah yang sangat besar. Apalagi aku dalam masa pertumbuhan, terkadang suka membantah orang tua, membuat ibu menangis, membuat bapak jengkel, dan kakak kadang terganggu dengan sikapku. Tapi, dari itu kami belajar banyak. Belajar saling memafkan, memahami satu sama lain, menjaga nama baik keluarga, dan satu hal yang harus kalian tahu, tak ada satu orangpun orang tua yang tidak sayang dengan anaknya. Dibalik galaknya beliau itulah cara beliau menunjukkan sayangnya pada kalian, tapi kalian kadang salah dalam mengart...

sepenggal cerita

 Jogja, aku, dan seribu mimpi Selamat malam Yogyakarta, selamat malam kota pelajar, selamat malam kota seribu budaya, selamat malam kota ramah dan selamat malam kota ilmu. mungkin itu baru sepenggal kalimat yang mampu melukiskan tentang indahnya Jogja. Jogja memang istemewa. Disini aku menumpuk berbagai angan dan mimpi besar. Walaupun kedengaran aneh di telinga mereka, para penghancur mimpi, tapi Jogjalah yang kupilih. Setidaknya empat tahun kedepan jogja akan menjadi rumah baruku. Aku masih jelas merasakan betapa sedihnya harus berpisah dengan keluarga tercinta di Jepara. Bagaimana rindunya melakukan aktivitas di rumah. Rindu dengan nasihat Ibu, debat dengan bapak dan dengan mereka para bocah nakal Salsa dan Naila. Hahahah :D. Saat aku baru menyadari betapa pentingnya mereka di hidupku. Saat aku baru sadar bahwa mereka tulus sayang padaku dan saat aku baru sadar bahwa tak ada yang bisa menandingi besar kasih ibu dan bapak. Lupakan sejenak dengan cerita yang menyedihkan...
JOGJAKARTA, 23 JUNI 2014 Hari itu adalah hari dimana aku banyak belajar tentang hidup ini, dan Jogja menjadi guruku. Selamat siang Jogja,,,, Tepat pukul 14.00 WIB samapi di terminal Jombor dan menikmati perjalanan dengan trans Jogja, sedikit cekcok dengan bapak, dan hampir saja salah alamat. Akhirnya,,,,,, WELCOME TO UIN SUNAN KALIJAGA... Masjid UIN menjadi tempat yang kami singgahi pertama kali bertemu dengan mbak Eni dan disini, aku mengerti tentang sebuah arti kemandirian  Arti mandiri yang selama ini aku bayangkan ternyata berbeda jauh. Di rumah, apa yang aku inginkan sudah tersedia, disini kelak jika aku Insya Allah jadi mahasiswi, aku harus mampu mandiri, baik dalam waktu, mengurus diri, dan mandiri dalam hal apapun. Kau tahu, kau akan merasakan kerinduan yan teramat dalam kepada mereka yang kau bilang benci bertemu tiap hari. Kau pasti kan merindukan mereka dengan segala hal yang membuatmu jenuh :D. JOGJA kala malam.... Aku menghabiskan banyak waktu den...

SATU HALAMAN "GADIS PEMIMPI"

Kau boleh panggil aku gadis pemimpi saat ini, tapi aku akan buktikan pada dunia, aku bukan hanya gadis pemimpi,tapi aku akan wujudkan mimpi itu. 18 Juli 2014, genap usiaku 18 tahun. Usia menuju kedewasaan. 17 tahun sudah aku hidup dengan berjuta mimpi. Ya, ada yang terwujud, dan da yang hanya menjadi bunga tidur. hmm,,, kebanyakan mimpi itu kukubur dalam dalam, hanya karena aku takut, mimpi besar itu tidak akan pernah terwujud.  Aku salah. Mimpi itu penyemangat hidupku. kau ingat Agnes Monika ??. Dia juga dulu gadis pemimpi. Mimpi untuk go internasional. Kau ingat?. Saat itu Agnes banyak mendapat cacian. Tapi, dia bilang suatu saat nanti mimpi itu jadi kenyataan dan orang yang mencacinya akan punya banyak mimpi.

SORE INI

hi... sore ini aku bermimpi sedang ada di Makkah. Umroh bersama bapak dan ibu.  Mimpiku bukan karena tiba tiba. Tapi sore ini aku melihat betapa bahagianya temanku bisa mengunjungi masjid nabawi.  ini bukan mimpi. Mungkin minggu depan, bulan depan, atau tahun depan bahkan minggu, bulan dan tahun yang akan datang aku bisa menyusul kesana :D semua berawal dari mimpi, jangan pernah takut untuk bermimpi DREAM, BELIEVE, AND MAKE IT HAPPEN 

contoh makalah BTQ

MAKALAH BTQ QALQALAH DAN AL-TA’RIF     Guru pengampu : Bp. Anwar, S.pd.I Disusun oleh     : Alfiatur Rohmah                                     Etika Rohma Shofiana   Madrasah Aliyah Negeri Bawu Jepara Tahun Pelajaran 2012/2013 BAB I PENDAHULUAN       Hukum mempelajari ilmu tajwid adalah F ardu Kifayah, akan tetapi mempergunakan ilmu itu dalam membaca Al-Qur’an adalah fardhu’ain (wajib). Sebagaimana kita ketahui bahwa Rasulullah SAW selalu membaca Al-Qur’an dihadapan malaikat jibril. Oleh karena itu, kita sebagai umat beliau hendaknya mengikuti apa yang beliau lakukan. Namun sayangnya masih banyak manusia yang belum bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar yang sesuai dengan ...